DAYAH MIFJA'' (MIFTAHUL JANNAH)''




Nama dayah
Miftahul jannah

Lokasi/Alamat
Jln Meulaboh-Kuala Bhee Km 36
Gampoeng Lueng Jawa Woyla

Pendiri
Tgk kamaruddin & Tgk Ibrahim

Pimpinan Dayah
Tgk. H. M. Yunus Thaha

No Hp Pimpinan
085262065055

Jumlah santri meudagang
Putra : 41 orang
Putri : 85 orang

Jumlah Teungku/Guru
Laki-laki : 11 orang
Perempuan : 9 orang


A. Sejarah pendirian dayah miftahul jannah.

Pada mulanya di Desa Lueng Jawa Kecamatan Woyla kabupaten Aceh Barat, Tgk M Yunus Thaha Cuma mengajar Majlis Taklim, dari para jamaah Majlis Taklim inilah terancang ide untuk mendirikan Dayah tgl 12 Syafar 1315 H/17 Juni 1997 M, Tgk Kamaruddin dan Tgk Ibrahim bersama dengan masyarakat mendirikan Dayah asal yang luasnya hanya 10x12 m di atas tanah yang telah diwakafkan, serta atas permintaan merekalah Tgk M Yunus Thaha menjadi pimpinan Dayah tersebut yang kemudian diberi nama Miftahul Jannah.

Di awal tahun 1998, masyarakat-masyarakat terdekat berotong-royong mencari bahan dan perlengkapan untuk bilik sehingga berdirilah 10 bilik santri dari bahan kontruksi kayu dan beratap rumbia.
Sejak itulah Dayah Miftahul Jannah terus berjalan dengan aktifitasnya, dan setelah tsunami tahun 2006 santripun terus bertambah, sehingga berkat dukungan dan bantuan sumbangan dari masyarakat serta pemerintah Dayah Miftahul Jannah terus berkembang dan hingga sekarang telah menjadi salah satu Dayah salafiah yang bertipe B di daerah Aceh.


Bersasarkan hasil dari pada musyawarah, terbentuklah panitia pendirian/ pembangunan Dayah yang diketuai oleh Tgk Ilyas gadong dan Tgk M Jamil, atas prakarsa merekalah yang mencari sumbangan dari masyarakat sehingga tepat pada tanggal dan waktu nya.

B. Profil Tgk Syik.
Tgk M Yunus Taha merupakan orang yang sangat fanatic terhadap Agama, selalu menpunyai minat dan pemikiran yang jenius untuk memajukan Agama, terbukti, setelah tamat sekolah rakyat (SR) pada tahun 1962, Beliau langsung terjun dalam kehidupan Dayah, pada kali pertama Beliau belajar di Dayah Darul Mukhlisin desa Pasi Aceh Kecamatan Woyla Kabupaten Aceh Barat yang di pimpin oleh Tgk H Abu Abdur Rani selama enam tahun, selanjutnya pada tahun 1967 Beliau masuk Dayah BUDI kecamatan Lamno kabupaten Aceh jaya selama tujuh tahun, Beliau termasuk murid pertama di Dayah tersebut dan bisa di bilang sebagai salah seorang perintis Dayah BUDI, karna pada waktu itu Dayah BUDI belum berdiri sebagai mana layak nya sebuah Dayah tapi hanya berbentuk sebuah Meunasah di desa tersebut, setelah mengambil ijazah, Beliau kembali dan menjadi staf pengajar di Dayah Darul Mukhlisin desa Pasi Aceh.
Semenjak itu beliau selalu mencurahkan pikiran untuk Agama dan Dayah pada khusus nya, walaupun Beliau pernah menjadi anggota DPRD Aceh Barat di tahun 1982, pernah menjadi sekretaris PERTI di tahun 1984, menjadi anggota MPU Aceh Barat mulai tahun 2000, sekarang wakil ketua MPU sekaligus ketua umum organisasi MUDAB, dan pernah menjadi ketua LKTTI Aceh Barat di tahun 2007, yang namun tanggung jawab dan pemikiran Beliau tak terlepas untuk memajukan Agama dan Dayah pada khusus nya, hingga sekarang Beliau merupakan seorang Cendikiawan Muslim dan Ulama Kharismatik di daerah Aceh.

C. Kondisi lingkungan sosial Dayah.
Dayah Miftahul Jannah dengan luas lokasi untuk bangunan sekitar satu ha yang terletak di jalan Meulaboh –Calang via Kuala Bee pada kilometer 36 di Desa Lueng Jawa kecamatan Woyla kabupaten Aceh Barat kedudukan dan lokasinya sangatlah strategis karna berada di tengah-tengah perkampungan yang di apit oleh rumah-rumah penduduk, dengan demikian, kegiatan-kegiatan yang bersifat kemasyarakatan dapat dikerjakan secara bersama, antara lain kegiatan yang rutin di laksanakan di setiap minggu nya yaitu Shalat Jum’at, karna seluruh Santri laki-laki melaksanakan ibadah Shalat Jum’at di Mesjid-Mesjid terdekat, sehingga hubungan sosial yang harmonispun dapat terjalin sebagai mana mestinya.
Tempat kedudukan lokasi nya juga berdekatan dengan hampir semua 
sekolah di kecamatan, sehingga sangat membantu proses pendidikan Agama di sekolah mengingat jam pelajaran Agamapun di lembaga sekolah sangatlah minim, dan juga karna sekitar 70% Santri Dayah Miftahul Jannah juga mengikuti aktifitas sekolah.

D. Pendidikan yang diseleng- garakan.
Di dalam Dayah Miftahul Jannah tidak menyelenggarakan pendidikan formal, akan tetapi hanya pendidikan non formal sesuai dengan ciri khas Dayah-dayah Salafi, antara lain :
a)     Belajar kitap-kitap kuning dalam tiga tingkatan, tingkat Ibtidaiyah, tingkat Stanawiyah, tingkat ‘Aliyah, sesuai dengan patokan dan lingkup yang telah disepakati oleh Ulama-ulama pimpinan Dayah dengan dinas terkait.
b)    Pelatihan pidato dan MC.
c)     Dalael Khairat.
d)    Ibadah Tharikat.
e)     Wirid dan Marhaban.
f)      dan berbagai kegiatan ekstra kurikuler lainnya.
semua kegiatan tersebut dikelola dan dibina oleh pihak Dayah.

E. Sarana dan Prasarana.
Dayah Miftahul Jannah telah memiliki sarana dan prasarana hasil dari swadaya masyarakat dan bantuan dari berbagai lembaga pemerintah untuk menunjang kelancaran proses belajar mengajar, di antaranya :
1)          1 unit gedung aula/Mushalla.
2)          8 unit ruang belajar.
3)          46 unit kamar asrama santri.
4)          1 unit rumah guru.
5)          9 unit kamar WC.
6)          2 unit dapur umum.
7)          2 unit Komputer.
8)          1 unit kantor.
9)          1(satu) sumur bor.
10)     5 ha lahan untuk kebun.

F. Visi dan Misi Dayah.
Visi :
Mewujudkan kader-kader Santri lulusan Dayah yang Berilmu, Beriman dan Bertaqwa dengan akhlak yang mulia sehingga bisa bermanfaat bagi Agama, Nusa dan Bangsa.

Misi :
a.      Meningkatkan prestasi Ilmu para Santri dengan rutinitas Belajar Mengajar untuk menghilangkan awan-awan jahil.
b.     Menambah Skil dan Ketrampilan dengan kegiatan Muhadharah/pidato, marhaban dan kegiatan ekstra kurikuler lainnya sehingga bisa kerkarir dan berkarya secara mandiri.





Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "DAYAH MIFJA'' (MIFTAHUL JANNAH)''"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel