Sejarah Pembuatan Jarum Menjahit


Sejarah Pembuatan Jarum Menjahit

Apa itu Jarum?

Jarum adalah benda alat menjahit berbentuk batang yang salah satu ujungnya runcing, dan memiliki mata jarum sebagai lubang lewatnya benang. Jarum merupakan alat tertua yang dikenal manusia. Selama Zaman Paleolitik (26.000-20.000 SM) jarum tidak lebih dari sebuah serpihan tulang yang ditajamkan salah satu sisinya. Jarum pertama tidak memiliki mata (lubang), hanya sedikit alur pada tulang sebagai tempat memasang tali kulit pada jarum. Barulah pada desain berikutnya jarum memiliki lubang. Lubang tersebut dibuat di ujung jarum sehingga tali kulit bisa dikaitkan dan ditarik melalui lubang di kulit atau kain. Pembuatan lubang jarum itu sendiri melibatkan alat dari batu. Beberapa jarum awal memiliki tiga atau empat lubang dengan ukuran yang berbeda.

Seiring kedatangan Zaman Perunggu, bahan untuk membuat jarum pun bertambah, dengan berbagai jenis bahan selain tulang atau gading. Kemudian, pada sekitar 100 SM datang Zaman Besi. Tak banyak yang diketahui tentang jarum Zaman Besi karena tidak ada contoh yang tertinggal. Di Yunani, jarum dibuat dari semacam porselen yang dikenal sebagai "fayan," yang cukup tebal dan kasar. Masa-masa awal Mesir juga menyediakan banyak jarum dan pin.

Pembuatan Petama Jarum Menjahit

Semasa Abad Kegelapan tidak ada catatan tentang pembuatan jarum. Hal ini tampaknya berakhir pada 1370 ketika ditemukan referensi tentang pembuatan jarum di wilayah yang sekarang dikenal sebagai Nuremberg, Jerman. Inggris kemudian segera membuat langkah penting dalam produksi jarum. Pada pertengahan 1500an, Mary I, istri Philip II dari Spanyol, mendorong seorang Moor Spanyol untuk mendirikan bisnis pembuatan jarum di Inggris. Ketika ia meninggal, bisnis itupun terhenti mengingat tak satupun pekerjanya yang diizinkan untuk mempelajari proses produksi. Elizabeth I, yang menggantikan Mary, lantas membujuk orang asing lainnya untuk melanjutkan bisnis tersebut. Alhasil, banyak yang mendirikan usaha di London, beberapa di antaranya berbasis di bangunan tua di London Bridge dan distrik sekitarnya. Produksi dan penjualan jarum di London mulai menyebar sehingga impor jarum dari Jerman, Perancis dan Spanyol terhenti. Inggris pun menjadi eksportir jarum.

Pada tahun 1666 terjadi Kebakaran dahsyat yang melanda London menyebabkan eksodus para pekerja ke daerah-daerah terpencil di mana mereka kemudian mendirikan pondok industri pembuatan jarum. Industri semacam ini segera meledak. Banyak bangunan yang beralih fungsi menjadi tempat pembuatan jarum. Agar keterampilan membuat jarum tidak punah, dan tidak berhenti sampai disitu saja, regenerasi pun terus dilakukan melalui bimbingan dan latihan, sehingga pembuatan jarum masih di lakukan.

Pada Kemunculan tenaga uap dan pabrik menyebabkan seluruh produksi jarum dilakukan di bawah satu atap. Meskipun demikian, beberapa proses tetap dilakukan dalam industri rumah tangga. Selama era Victoria ini jarum terbuat dari timah sehingga murah dalam pembuatannya dan mudah digunakan. Pada masa ini, jarum dengan desain kepala ratu begitu populer.

Sejumlah perangkat jarum juga dipatenkan di Amerika Serikat pada awal 1900-an, termasuk model Herman Trzeciak yang dipatenkan pada tahun 1924 dan desain Carl J. Schuster pada tahun 1945. Jarum otomatis pertama yang dimasukkan ke dalam mesin jahit dirancang oleh Juki pada tahun 1978.

Manfaat Jarum Menjahit

Sangat banyak manfaat dari jarum jahit itu sendiri yaitu bisa menjahit berbagai macam model jenis pakaian yang sudah di rancang, termasuk jika ada sobekan di pakaian juga masih bisa digunakan dengan menjahitnya kembali di tempat yang sobek, dan masih banyak lagi manfaat yang bisa digunakan dari jarum tersebut.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Sejarah Pembuatan Jarum Menjahit "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel